Tegakkan Kembali Adzan di Serambi Mekah, LAZ Al Azhar Bangun Mushola untuk Korban Gempa Aceh

ACEH – Musibah gempa bumi berkekuatan 6,5 SR yang terjadi pada bulan Desember 2016 lalu di Kabupaten Pidie Jaya Nangroe Aceh Darussalam telah menyebabkan banyak korban. Selain korban luka dan jiwa, gempa juga merusak rumah dan fasilitas pendidikan serta fasilitas agama masyarakat. Pada hari Sabtu (18/02) kemarin LAZ Al Azhar melaksanakan kegiatan peletakan batu pertama Mushola Tjoh Al Azhar di Desa Gampong Tampui, Kec. Krueng Gading, Pidie Jaya, Aceh.

Kadiv Program LAZ Al Azhar Ust Rahmatullah Sidik mengatakan acara ini merupakan ikhtiar program Recovery Indonesia dalam membangun kembali kehidupan warga Aceh pasca gempa. “LAZ Al Azhar terus mendampingi masyarakat Pidie Jaya sejak awal bencana gempa. Mulai dari mendirikan posko berbasis masyarakat di tiga tempat pengungsian, pendirian Mushalla Darurat di tiga lokasi, Dapur Umum, trauma healing, pembangunan WC Darurat dan bantuan logistik telah dilakukan selama 3 minggu masa emergency” ujar Rahmat saat memberi sambutan.

Melihat banyaknya fasilitas umum yang rusak, program Recovery Indonesia LAZ Al Azhar juga sudah membangun Bale Semebeut. Bale Semeubeut merupakan tempat warga dari semua kalangan berkumpul dan mengaji. Di tempat ini, warga banyak diskusi dan berinteraksi dalam menyelesaikan masalah dan memusyawarahkan rencana kegiatan masyarakat

Kecik (kepala desa) Desa Desa Gampong Tampui Bpk Dahlan mengaku masyarakat Aceh yang dikenal relijius ini memang sangat memerlukan sarana ibadah yang baru sebagai ganti mushola lama yang sudah rata dengan tanah. “Jika kami yang membangun mushola ini, pastinya butuh waktu 2 tahun lebih karena kami pun sibuk membangun rumah yang runtuh dan rusak, sementara perekonomian warga termasuk rendah. Saya siang malam selalu berdoa semoga ada bantuan cepat dari Allah SWT agar kami dapat beribadah di Mushala Tjoh ini”, kata Bpk Dahlan.

Diakui Dahlan, angka pengangguran di desanya sangat tinggi bahkan pada taraf mengkhawatirkan karena pendidikan generasi mudanya masih rendah serta ketidaktahuan mereka di bidang pertanian dan perikanan. Hal ini menimbulkan rendahnya semangat pemuda untuk turun ke sawah dan ladang. Oleh sebab itu, mereka butuh bimbingan dan pendampingan agar dapat memaksimalkan potensi alam yang subur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tengku Hasan imam mushalla mengatakan bahwa mushalla ini dinamakan Tjoh Al Azhar sebagai luapan rasa sukur dan terima kasih masyarakat kepada Allah dan LAZ Al Azhar yang telah mewujudkan harapan masyarakat untuk memiliki mushalla kembali setelah hancur dihantam gempa akhir tahun 2016 lalu.

Direktur Utama Al Azhar Peduli Ummat Ust Muhammad Rofik yang juga hadir kemudian menyampaikan bahwa tantangan penting yang perlu diperhatikan ke depan ialah bagaimana mushola ini bisa memakmurkan masyarakat selain sebagai sarana ibadah. “Mushola telah terbangun, namun memakmurkan mushola menjadi tantangan tersendiri. Lebih baik lagi, kalau mushola ini bisa membantu memakmurkan masyarakat. Oleh sebab itu LAZ Al Azhar menempatkan Dai Sahabat Masyarakat (DASAMAS) dalam pembangunan mushola dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dalam pertanian yang jadi andalan ekonomi masyarakat Gampong Tampui”, ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *